Kamis, 13 September 2012

SEDEKAH BUMI DENGAN POTONG SAPI SERTA SERATUS KAMBING DAN DIMASAK KAUM LELAKI



Warga Dibee kecamatan kalitengah kabupaten lamongan, memiliki tradisi unik untuk mewujudkan rasa syukur setelah panen raya. Mereka menggelar sedekah bumi dengan memotong ratusan ternak kambing dan dua ekor sapi di dekat makam pendiri desa. Uniknya, seluruh juru masak terdiri dari warga laki-laki. Sebelum melakukan penyembelihan, ratusan kambing dan sapi ini diarak keliling kampung dengan membawa pusaka desa yang berupa tombak.

Tradisi sedekah bumi sebagai wujud rasa syukur yang jatuh setelah panen raya di desa Dibee kecamatan kalitengah kabupaten lamongan ini, dimulai dengan mengarak seratus kambing dan dua sapi keliling kampung dengan menjinjing benda pusaka desa yang berupa tombak.

Selanjutnya, hewan ternak ini, dibawa ke pelataran pemakaman mbok ayu roro bojo yang berada pinggir desa. Sebuah makam yang oleh warga setempat dikeramatkan dan dipercaya sebagai orang pertama yang ada di desa mereka.

Kemudian, ratusan warga ini, lantas menyembelih kambing-kambing yang telah disiapkan. Uniknya,semua proses pengerjaaan dilakukan oleh kaum laki-laki. Seluruh laki-laki yang telah menginjak dewasa, diwajibkan ikut andil memeriahkan tradisi ini.

Mulai dari menyembelih ternak, memotong daging, meracik bumbu, hingga memasak sampai siap saji harus di lakukan warga laki-laki. Sementara untuk kaum  perempuan harus dirumah sebelum masakan siap disajikan.

Meski semua dilakukan oleh kaum lelaki, tak nampak sedikitpun dari mereka merasa canggung. Pasalnya, sejak dulu kala, dalam setiap tahunnya mereka melakukan tradisi memotong seratus kambing yang semuanya dilakukan oleh kaum adam.

Untuk warga lain yang belum kebagian tugas, secara bergantian melakukan doa di makam mbok ayu roro bojo. Konon, mbok ayu roro bojo ini, merupakan seorang pendatang yang mencari suaminya dari daerah kediri. Karana tak juga bisa menemukan suaminya, mbok ayu roro bojo tersebut, lantas menetap di desa setempat. Karena kepandaiannya mengobati orang sakit, akhirnya banyak warga yang datang dan akhirnya ikut menetap di desa tersebut.

Setelah semua sapi dan kambing ini selesai di masak, kemudian disajikan di pelataran makam dan disantap bersama-sama oleh warga setempat.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution