Rabu, 19 September 2012

KRISIS AIR, PETANI CABUT DAN BAKAR TANAMAN PADI MEREKA



Musim kemarau yang melanda beberapa bulan terakhir, membuat petani khususnya di lamongan resah. Pasalnya, tanaman padi mereka yang telah berumur tujuh puluh hari mati akibat kekurangan air. Terpaksa mereka mencabut  lantas membakar tanaman yang menjadi sumber penghidupan mereka.

Akibat kemarau panjang yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir ini, membuat sejumlah waduk penampung air hujan mengering. Begitupun dengan saluran irigasi yang menjadi sumber utama pengairan para petani di lamongan.

Kondisi ini, terang saja membuat para petani resah. Tanaman padi yang telah berusia 70 hari dan sebentar lagi dipanen, kini mati akibat mengering.

Hal itu, salah satunya dialami oleh sutiyo, petani asal desa Banjar Rejo, kecamatan Sukodadi lamongan. Tanaman padi miliknya, yang merupakan satu-satunya sumber penghidupan keluarganya mati mengering akibat kekurangan air.

Tidak ada yang dapat ia lakukan, selain mencabuti tanaman padi miliknya lantas membakarnya di area persawahan. Pembakaran padi ini dilakukan juga sebagai simbol kekecewaan petani terhadap pemerintah yang tidak memperhatikan nasib petani .

Kini petani di lamongan hanya bisa pasrah sembari menunggu bergantian musim. Mereka berharap, dimusim yang akan datang, pemerintah kabupaten setempat bakal memberikan solusi kepada petani untuk memperbaiki sistem irigasi di lamongan. 

Tidak hanya sekarang, pada musim tanam sebelumnya, para petani di Lamonganpun diresahkan dengan hama wereng yang menyerang di empat belas kecamatan dan mengakibatkan gagal panen bagi para petani.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Press Release Distribution